Berziarah ke Makam Imam Syafi’I di Mesir
Catatan Perjalanan Wisata Religi ke Tiga Negara jejak Para Nabi (bagian 1)
Oleh: DR Ir H SUHERIYATNA MSi
Bismillah, walhamdulillah. Di penghujung bulan Rajab 1444 Hijriah, tahun ini saya bersama istri, kami diberi kesempatan mengikuti perjalanan wisata religi ke tiga Negara yang menjadi bagian dari jejak para Nabi. Yakni, Mesir, Palestina dan Jordania. Catatan selama perjalanan, akan dituangkan dalam tulisan ini yang semoga dapat memberikan manfaat.
Bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Rabu malam 15 Februari 2023 lalu, rombongan akhirnya tiba di Kairo, ibukota Negara Mesir pada Kamis (16/02/2023) setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 jam.
Mesir adalah sebuah Negara yang merupakan bagian dari Benua Afrika, yang sudah berusia berabad-abad. Banyak kota bersejarah di Negara ini. Di antaranya kisah Nabi Musa AS di zaman Raja Firaun. Bukti-bukti sejarah masih ada hingga sekarang di negara itu.
Tak hanya kota bersejarah, utamanya dalam sejarah perkembangan Islam, di Mesir kerap menjadi rujukan untuk menempuh pendidikan. Terutama bagi yang ingin memperdalam ilmu agama. Salah satu universitas yang paling terkenal adalah Universitas Al-Azhar di Kairo. Univeritas tertua di dunia ini, sudah ada sejak tahun 970 masehi, atau sudah ada sejak 1000 tahun silam lebih.
Alhamdulillah, saya berkesempatan berkunjung, ditemani sahabat saya, Ustaz Buldan Garut, yang merupakan alumni universitas tersebut. Banyak tokoh-tokoh, ulama dan cendikiawan di Indonesia yang merupakan alumni kampus tersebut.
Dalam penulisan perdana ini, saya belum membahas tentang Universitas Al Azhar. Namun tentang makam Imam Syafi’i yang juga berada di Kairo, tak jauh dari kampus Universitas Al Azhar.
Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa berkunjung ke makam Imam Syafi’i yang merupakan imam bagi umat Muslim, beliau juga sebagai salah satu mahzab yang banyak diikuti di Asia, termasuk di Indonesia.
Suasana di dalam kompleks makam Imam Syafi’i di Kairo pada hari Jumat (17/4/2023) tampak ramai. Para pengunjung memandang khusyuk ke arah makam Imam Syafi’i seakan-akan sedang melepas rindu kepada orang yang sangat dicintai. Mereka seperti menemukan ketenangan jiwa saat berada di dalam kompleks makam Imam Syafi’i.
Sejarah mencatat bahwa Imam Syafi’i adalah imam rujukan pada salah satu dari empat mazhab yang dianut umat muslim. Mazhab Syafi’i dilansir memiliki pengikut sebanyak 28 persen dari keseluruhan umat Islam yang mencapai 1,9 miliar di dunia (menurut kanal Youtube TRT World berjudul Visualised: World’s Major Religions 1945-2019 yang diluncurkan pada 24 Agustus 2020).
Sebagian besar pengikut mazhab Syafi’i tersebar di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina selatan, Thailand selatan, dan Kamboja). Pengikut mazhab Syafi’i juga terdapat di Mesir selatan, Suriah, Kurdistan, Yaman, Bahrain, dan beberapa negara di Afrika. Jumlah pengikut mazhab Syafi’i disebut terbesar kedua setelah pengikut mazhab Hanafi.
Alhamdulillah, bisa datang ke sini untuk berziarah ke sosok yang memiliki andil besar dalam perjalanan ilmu keislaman di seluruh belahan dunia, baik bagi umat Islam secara umum, maupun bagi rakyat Indonesia yang menganut mazhab Imam Syafi’i.
Dalam catatan sejarah disebutkan, Imam Syafi’i yang memiliki nama lengkap Muhammad ibn Idris as-Syafi’i lahir di Jalur Gaza pada tahun 767 Masehi. Sejak kecil, Imam Syafi’i ditinggal wafat ayahnya. Dia kemudian dibawa pindah oleh ibunya ke Mekkah.
Inilah kisah awal pengembaraan Imam Syafi’i dari satu tempat ke tempat lain. Ia lalu pindah dari Mekkah ke Madinah. Di Madinah, Imam Syafi’i berguru kepada Imam Malik, pemilik dan pencetus mazhab Maliki. Ia sempat tinggal di Yaman sebelum pindah ke Baghdad, Irak.
Pada tahun 810 Masehi, Imam Syafi’i pindah ke Baghdad dan mulai membangun mazhab sendiri dalam fikih yang dikenal dengan qaul qadim (pendapat lama). Imam Syafi’i kemudian pindah ke Mesir pada tahun 814 Masehi dan mengajar di Masjid Amr bin Ash.
Selama di Mesir, ia mengeluarkan pendapat baru di bidang fikih yang populer dengan nama qaul jadid (pendapat baru). Imam Syafi’i adalah pencetus ilmu Ushul Fikih dengan kitabnya yang legendaris, Ar Risalah. Adapun kitab fikihnya yang sangat populer adalah Al Umm. Ia wafat di Fustat (Kairo) pada 19 Januari 820 Masehi. wallahu a’lam bishawab. Ikuti perjalanan kami selanjutnya, semoga bermanfaat. (bersambung)